Riya’ : kerikil di perjalanan aqidah

https://i0.wp.com/2.bp.blogspot.com/-5fy4wwxkA8Y/T8b0W__VDeI/AAAAAAAAAYY/oTQiFH6UNcU/s1600/stop+riya.jpg

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu .

Salam Rangers!!!

Hai sobat, apa kabar?
Hhe, Rangers pink sebagai notulen kegiatan kelompok AAI (Asistensi Agama Islam) hari selasa lalu, (2/10) akan membagikan sedikit ilmu yang dibagikan oleh Ranger Fika* dalam tausiyahnya ..

Tema yang Fika angkat kali ini adalah masalah Riya’.

Tahu Riya’ kan sobat?. Yup, Riya’ itu secara bahasa, adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia, adapun secara istilah yaitu: melakukan ibadah dengan niat dalam hati karena demi manusia, dunia yang dikehendaki dan tidak berniat beribadah kepada Allah SWT. Ckckck. Nah berikut adalah contoh-contoh orang yang sia-sia amalannya karena Riya’ yang  tergambar jelas dalam sebuah hadits.

Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di Jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia). Lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu)’. Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur’an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya : ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu? ‘Ia menjawab : ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur’an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur’an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur’an yang baik). Memang begitulah yang telah dikatakan (tentang dirimu)’. Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya yang diadili adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘ Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Ngeri sekali bukan? Karena Riya’ setitik, Neraka di akhirat.

Bahaya Riya’.

Di dalam al Qur’an dan as sunah banyak sekali ancaman tentang bahay riya’. Riya termasuk kedurhakaan hati yang sangat berbahaya terhadap diri, amal, masyarakat dan umat. Dan ia juga termasuk dosa besar yang merusak. Di antara bahaya Riya’ adalah sebagai berikut :

  • Riya’ lebih bahaya dari Fitnah Masiih Ad-Dajjal dan Riya’ adalah Syirik Kahfi (Tersembunyi)

Rasulullah bersabda, ” Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masiih ad Dajjal?” Dia berkata,”Kami mau,” maka Rasulullah berkata, yaitu syirkul kahfi; yaitu seseorang yang shalat, lalu menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan sholatnya.”  [HR Ibnu Majah, no. 4204, dari hadits Abu Sa’id al Khudri. Hadits ini hasan-Shahih at Targhib wat Tarhib, no.30]

  • Amal shahih sukar terwujud karena Riya’

Allah berfirman, “Maka celakalah bagi orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya’ dan mencegah (menolong dengan) barang yang berguna”. (QS: Al Ma’un ayat 4-7)

Orang yang berbuat riya’ dan tidak mau menolong orang lain, karena sholat mereka tidak mempunyai pengaruh dalam hati mereka, sehingga mencegah kebaikan dari hamba-hamba Allah. Mereka hanyalah menunaikan gerakan-gerakan Sholat dan memperindahnya, karena semua mata memandangnya, padahal hati mereka tidak memahami, tidak tahu hakikatnya dan tidak mengagungkan Allah. Karena itu, sholat mereka tidak berpengaruh terhadap hati dan amal. Riya’ menjadikan amal itu kosong tidak ada nilaninya.

  • Riya’ merusak Pahala Amal Shalih Seorang Muslim

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadikan ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir” (QS: Al Baqarah 264).

Hati yang tertutup riya’ ibarat batu licin yang tertutup tanah. Orang yang berbuat riya’ tidak akan membuahkan kebaikan, bahkan ia telah berbuat dosa yang akan dia peroleh akibatnya pada hari Kiamat. Riya’ mengahpuskan amal shalih, dan seseorang tidak mendapatkan apa-apa karenanya di akhirat nanti dari amal-amal yang pernah ia lakukan.”

 

Disarikan dari Artikel Riya’: Kerikil di Perjalanan Aqidah. Majalah Asy-Syifa’ Edisi 18 oktober 2011, yang bersumberkan  dari Artikel Riya dan Bahayanya karya Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun IX/1426H/2005M.

Referensi : http://tanbihun.com/tasawwuf/definisi-riya-dan-penjelasannya/

*Rafika Kusumaning Ayu Amalia.

1 Comment (+add yours?)

  1. kristal
    Oct 10, 2012 @ 03:22:27

    jazakillah khoyr nugie dan fikaaa😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: