10 Kriteria Muslim Ideal : Munazhzhamun fi Syuunihi

 Assalamu’alaykum Wr.Wb

Salam ranger!

Hai semua ^^

Masih semangat untuk bahas kriteria ideal muslim selanjutnya,kan? Kriteria muslim yang selanjutnya adalah teratur dalam suatu urusan atau munazhzhamun fi syuunihi. Wah, bahasa arabnya agak belibet, ya.. hehe

Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Dimana segala suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas. Hm sudah pada bersungguh-sungguhkah,kawan?

Terinspirasi dari tulisan Fauzi Hasan yang berjudul Keteraturan Sebagai Cermin Kehormatan Islam, Ranger Pink mencoba menjelaskan munazhzham fi syu’unihi dengan baik🙂. Sebagai pembuka, yuk kita simak firman Allah berikut ini:

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh. (Q.S. Ash-Shaff: 4)

Subhanallah, betapa Allah menyukai segala sesuatu yang teratur. Sebenarnya masalah keteraturan itu mudah banget kok sobat, tau gak sih? Sebagai umat muslim kita harus bangga sebangga-bangganya, karena agama kita mengajarkan kita untuk menjadi teratur J

Contohnya seperti kisah berikut:

seorang da’i yang bernama Dr. Yahya di negeri Paman Sam. Beliau berbincang denganseorang non-muslim Amerika tentang jamah haji dalam sebuah tayangan yang sedang mereka tonton di TV. Dr. Yahya bertanya kepadanya tentang waktu dibutuhkan agar orang-orang di Masjidil Haram dapat berbaris dengan rapi. Si non-muslim memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mengatur jutaan jamaah adalah sekitar 2-3 jam. Saat dikatakan jamaah ini menyebar hingga ke lantai keempat masjid, ia pun menyebutkan 12 jam waktu yang dibutuhkan untuk merapikan barisan. Namun ketika diberikan fakta bahwa jamaah ini berasal dari negara yang berbeda-beda, dengan bahasa ibu yang berbeda-beda, ia pun mengatakan mustahil bisa merapikan barisan yang sebanyak itu. Justru sebaliknya, tayangan di TV itu menunjukkan hanya dengan sebuah seruan iqomah dan ucapan dari Imam Sholat, “Istawuu..!”, maka berdirilah jutaan jamaah dalam shaf-shaf barisan yang tersusun menjadi rapi hanya dalam waktu kurang dari 2 menit. Subhanallaah!Kepatuhan melahirkan keteraturan.Si non-muslim terperanjat dan terkagum-kagum melihat kejadian yang menurutnya langka itu.

Wow banget kan? Nah, selain teraturnya Shaf sholat. Sholat itu sendiri pun merupakan salah satu cara untuk merapikan kehidupan seorang musllim agar lebih teratur. Bagaimanapun kaitannya, seorang muslim mengatur segala rutinitasnya dan senantiasa mendahulukan sholat lima waktu, tepat waktu, hal itu adalah hal yang tidak mudah dan menjadi cikal bakal keteraturan beribadah.

Selain sholat, juga ada puasa. Puasa mengajarkan keteraturan pada muslim. Keteraturan tersebut berupa arahan untuk menjalankan aktivitas kehidupan dengan baik, efisien, serta menyehatkan. Puasa mengajarkan setiap muslim untuk makan dan tidur dengan lebih teratur. Puasa Ramadhan memberi peluang bagi kita untuk memberi asupan makanan yang lebih terukur bagi tubuh. Waww. Selain itu, puasa juga mengatur pengendalian hawa nafsu. Hawa nafsu yang tidak dikendalikan ibarat kuda liar yang akan mengancam sang pemilik. Jika dibiarkan, ia akan merusak benda-benda di sekitarnya. Namun ketika kuda liar sudah ditundukkan, dijinakkan, dan diatur, maka kuda liar ini akan berubah wataknya menjadi penurut dan mematuhi segala perintah pemilik kuda.

Tidak hanya aktivitas ibadah ritual, keteraturan juga tercermin dari aktivitas non-ritual dalam konteks pergaulan di masyarakat (sosial). Tanpa keteraturan di jalan raya, maka yang terjadi adalah tingginya angka kecelakaan, selain itu Polantas juga dengan senang hati akan menilang perusak keteraturan lalu-lintas, nah loo. Tanpa keteraturan saat mengantri di minimarket, yang ada teman-teman akan ditatap sinis oleh pembeli lainnya, dan alhasil jadi keributan. Tanpa keteraturan dalam berbisnis, maka pengusaha-pengusaha tidak akan pernah sukses. Tanpa keteraturan dalam berlatih, maka prestasi tidak akan pernah digenggam olahragawan. Tanpa keteraturan, maka tentara manapun akan kalah dalam peperangan. Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam pun senantiasa mengingatkan untuk menjaga fitrah diri sebagai manusia. Jika sedang marah, maka aturlah diri untuk bisa mengendalikannya. Jika sedang senang, maka aturlah diri untuk tidak berlebihan. Jika sedang susah, maka aturlah diri untuk tidak menyusahkan orang lain dan menyiksa diri sendiri. Jika sedang sedih dan kalut, maka aturlah diri agar tidak lekas putus asa. Semua ini adalah bentuk-bentuk ibadah kepada-Nya. Ckckck, Teratur itu indah kan sobat? J yo ayo hidup teratur! Sebagai cerminan kepribadian muslim ideal.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/12/327/kepribadian-muslim/#ixzz1BQSGjHZd

http://www.muzakki.com/lainnya/ibrah/471-keteraturan-sebagai-cermin-kehormatan-islam.html

 -Ranger Pink-🙂

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: