10 Kriteria Muslim Ideal : Nafi’un Lighoirihi

Assalamu’alaykum Wr. Wb

Salam ranger!

Akhirnya sampai di kriteria ke 10,nih. Langsung simak aja ya..

Nafi’un lighoirihi atau dalam bahasa kerennya bermanfaat bagi orang lain(sesama) merupakan karakter ke sepuluh dari sepuluh karakter muslim idaman. Nah, karakter ini juga harus ada dan tertanam dalam diri kita rangers, supaya sempurna sudah diri kita menjadi MUSLIMAH IDAMAN!!

Trus, apa sih itu nafi’un lighoirihi? Mau tau aja atau mau tau banget?? Penasaraaan? Ok, mari kita simak tulisan di bawah ini. jangan lupa siapkan tisue yang banyak barang kali mau nangis. Siapkan fisik barangkali mau gulung-gulung, ketawa-ketiwi. Atau mau istighfar sebanyak-banyaknya karena membaca tulisan manusia yang fakir ilallah ini.

Ready???

Go!!!

Kalau kebanyakan istilah di Psikologi berasal dari bahasa Yunani atau bahasa latin. Nah, kalimat nafi’un lighoirihi ini murni berasal dari bahasa arab rangers. Yaitu bahasa yang menjadi ciri khas umat muslim. Lho, kok bisa? Yaiyalah, kitab sucinya aja pakai bahasa arab gitu. Nafi’un sendiri berarti bermanfaat dan lighoirihi berarti orang lain. Jadi nafi’un lighoiri berarti bermanfaat bagi orang lain (sesama).

Bermanfaat bagi orang lain atau nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim wa muslimah. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal mungkin agar dapat bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peranan yang baik dalam masyarakatnya.

Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda, “Khoirunnas anfa’uhum linnas” yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia: “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Qudhy dari Jabir).
Adapun aplikasi dari nafi’un lighoirihi yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Komitmen dengan adab Islam di dalam rumah;
2) Melaksanakan hak-hak pasangannya (suami atau istri);
3) Membantu istrinya;
4) Melaksanakan hak-ahak anak;
5) Memberi hadiah kepada tetangga;
6) Memberikan pelayanan umum karena Allah swt;
7) Memberikan sesuatu dari yang dimiliki;
8) Mendekati orang lain;
9) Mendorong orang lain berbuat baik;
10) Membantu yang membutuhkan;
11) Membantu yang kesulitan;
12) Membantu yang terkena musibah;
13) Menolong yang terzhalimi;
14) Berusaha memenuhi hajat orang lain
15) Bersemangat menda’wahi istrinya, anak-anaknya, dan kerabatnya;
16) Memberi makan orang lain;
17) Mendo’akan yang bersin.

Dan masih banyak lagi.

Nah, sebagai mahasiswa Psikologi nih, dan juga sebagai makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari orang lain. Banyak sekali manfaat yang dapat kita berikan pada orang lain. Salah satunya membantu orang lain menyelesaikan problem. Ingat tujuan Psikologi Klinis😀

Selain itu dalam hadits, juga disebutkan bahwa ada hak-hak seorang muslim yang harus kita tunaikan sebagai saudaranya, diantanya:

  1. Mengucapkan salam
  2. mendoakan yang bersin
  3. mengunjungi bila sakit
  4. menyambut undangan
  5. saling menasihati dalam kebaikan dan kebenaran

Dengan terus berusaha memenuhi kelima hak ini, paling tidak kita telah memberi manfaat bagi saudara kita sesama muslim.

Kemudian rangers, kenapa sih harus dapat bermanfaat bagi orang lain untuk bisa menjadi muslim/muslimah idaman? Sudah sangat jelas, seseorang yang menjadi idaman sahabat-sahabatnya, teman-temannya, orang tua, dan orang-orang di sekelilingnya tidak mungkin adalah orang yang kehadirannya sudah menyusahkan, menjengkelkan, merepotkan, absurd, ngga jelas, apalagi kalau kehadirannya itu sampai membuat hati saudaranya sakiiiiiittt. Wah, itu mah cari penyakit namanya. Seorang muslim/muslimah idaman tentu bukanlah yang berakhlak demikian. Ia selalu bisa menebar manfaat, membawa kedamaian, mencerahkan pandangan, dan menuntun sudaranya untuk lebih dekat dengan kebenaran. Semuanya ini dapat kita contoh langsung dari teladan kita semua, yaitu Rasulullah saw. Beliau saw tidak hanya bermanfaat bagi sesama muslim, tetapi juga pada mereka yang bukan muslim. Masih ingat kisah Rasulullah yang menyuapi seorang wanita tua buta yahudi? Dan bahkan wanita tua buta itu selalu menjelek-jelekkan Rasulullah saw setiap kali Rasulullah menyuapinya. Dan sayangnya, wanita itu tidak mengetahui bahwa orang yang setiap hari ia jelek-jelekkan ada di depannya sendiri. Tetapi karena keagungan akhlak Beliau saw, Beliau saw tidak pernah sedikitpun marah atau balas memaki-maki wanita tua buta itu, nggrundel saja tidak terbesit di dalam benak Rasulullah saw. Trus, apa jadinya kalau kita yang berada di posisi Rasulullah saw?? Wah, mungkin yang terjadi adalah sebaliknya. Yang paling memungkinkan adalah nggrundel di dalam hati “sudah di tolong malah mencaci maki” atau paling baik nih setelah itu kita tidak mau membantu wanita tua buta itu lagi. Memang untuk menjadi muslim/muslimah idaman kita harus berlatih setiap hari.

Tidak hanya kepada sesama manusia, manfaat ini setidaknya juga bisa ditebarkan kepada alam sekitar kita. Salah satunya dengan tidak berbuat dzalim kepada binatang maupun tumbuhan yang tidak bersalah. Memang ada ya binatang atau tumbuhan yang bersalah?~mikir~ Karena sekecil apapun kebaikan kita, akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT, asalkan dilakukan ikhlas karena Allah dan dengan mutaba’ah. Kita bisa bercermin dari kisah seorang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan. Bahkan, manfaat yang terkadang kita anggap kecil ini ternyata besar di sisi Allah, di akhir kisahnya, wanita ini mendapat ampunan dari Allah dan menjadi ahli surga karena pertolongan yang ia berikan pada seekor anjing tersebut. Subhanallah.

Kita juga dapat mengambil pelajaran dari kisah wortel, telur, dan biji kopi. Yang intinya yaitu jadilah biji kopi, ketika ia direbus dalam air yang mendidih, ia tidak hanya mengubah rasa tawar air tersebut menjadi nikmat, tetapi juga memberi aroma yang tak kalah sedap untuk lingkungan disekitarnya.

Sebagai makhluk sosial, sudah menjadi tuntutan bagi kita untuk bisa memberi manfaat pada sesama. Terlebih sebagai seorang muslim yang orientasi kehidupannya adalah akhirat. Tentu kita akan lebih termotivasi untuk menjadi muslim idaman yang kehadirannya selalu menebar manfaat. Seperti para rangers penyelamat bumi ;D

Wallahu ta’ala a’lam…

-Ranger Putih-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: